Film ini menemani saya saat jam makan siang. Saya memang enggak mengikutinya dari awal. Bahkan hanya 30 menit terakhir yang saya tonton. Hasil dari 30 menit itu adalah teeessss... * ah sial gampang sekali sih ini air keluar dari mata >< *
Kalau saya jadi Andromeda (Anna), mungkin saya enggak akan punya hati sebesar dia untuk berkorban demi kakaknya, Kate. Demi alasan itu juga Anna dilahirkan ke dunia. Untuk menyelamatkan hidup kakaknya yang terkena leukimia sejak kecil.
Satu lagi film yang mengangkat kanker dan diakhiri dengan kematian sang tokoh penderita. Klise. Tapi untuk film yang satu ini ceritanya agak dibikin lain.
***
Sampai akhirnya Kate mungkin sadar dia enggak akan bertahan lebih lama dan dia enggak ingin Anna terus-terusan jadi tempatnya berpijak untuk hidup. Kate sudah merasa cukup. Dia ingin pergi dari dunia.
Dengan alasan itu juga, Anna menggandeng pengacara untuk mengakhiri kedermawanannya sebagai cangkok bagi Kate. Tapi itu bukan keinginan Anna. Itu kemauan Kate.
Anna menjalani persidangan melawan ibunya sendiri yang menginginkan ginjalnya untuk Kate. Tapi Anna berkeras enggak mau memberitahu kenyataan yang sebenarnya. Tapi kebeneran pada akhirnya juga terungkap. Satu kebenaran kalau Kate sudah ingin pergi. Dan dia pergi malam itu dalam pelukan ibunya sendiri.